- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mengganti-icon-kursor-blog-dengan.html#sthash.s5C83OUE.dpuf

Pages

Kamis, 25 Desember 2014

AKU dan PASKIBRAKU



         Menjadi seorang pengibar bendera mungkin adalah keinginanku yang belum pernah tercapai saat duduk di bangku SMP. Di sekolah dasar jarang sekali sekolahku mengadakan upacara, ya maklum saja, SD ku bukan SD vaforit di daerahku yang memiliki halaman luas untuk upacara. Sekali mengadakan upacara selalu aku yang ditunjuk sebagai pembaca doa, padahal aku sangat mengidamkan menjadi pengibar bendera. Yah mungkin belum saatnya.
Menginjak bangku SMP ternyata nasibku tak jauh beda dengan SD. Pembaca doa mungkin sudah permanen menjadi tugasku saat upacara. Sebenarnya aku tak pernah mempermasalahkan hal ini. Karena dunia seperti paskibra yang berbau militer bukanlah duniaku.
SMP telah terlewati, dan kini entah apa yang membuatku tertarik mengikuti ekskul paskibra ketika aku duduk dibangku SMA. Setiap upacara 17 agustus aku selalu memandangi tv ku, menyaksikan pengibaran bendera di istana Negara, woooww sungguh mengagumkan.
Di ekskul paskibra aku diajari PBB, dan kedisiplinan tingkat dewa. Dari sini awal aku mewujudkan keinginanku. 17 Agustus 2010 aku diberi kesempatan oleh ALLAH untuk menjadi pasukan pengibar bendera walaupun hanya di tingkat kecamatan. Hingga pada akhirnya aku berkesempatan lagi untuk membawa bendera ketika upacara disekolah.
Keinginanku telah terwujud. Namun apakah gambaran seorang paskibra hanya seperti itu saja?? Hanya mengibarkan bendera?? , menurutku tidak,, seorang paskibra adalah pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang rela mengorbankan jiwa raganya demi tanah air tercinta. Seorang paskibra memiliki disiplin tinggi dan menjadi contoh teladan para pemuda lainnya,, paskibra bukan ajang GAYA-GAYAAN dengan memakai PDU dan memamerkannya. Memang tidak munafik kalo kita tertarik dengan seragam / PDU yang dikenakan oleh paskibra tingkat kabupaten/provinisi/nasional. Tetapi jika kita sudah mengenakan pakaian kebesaran itu, berarti kita harus memiliki tanggung jawab yang lebih terhadap merah putih yang telah kita kibarkan. Tanggung jawan untuk selalu setia mempertahankan Indonesia negeri tercinta.
Menjadi pasukan pengibar bendera sangat mudah, namun memiliki jiwa PASKIBRA yang sesungguhnya sangatlah susah. Aku akan belajar untuk menjadi seorang PASKIBRA sejati yang memiliki tekat, niat, kerja keras, dan korsa yang menjadi jiwaku seperti yg dikatakan oleh bang AAB. Aku anak PASKIBRA, aku cinta INDONESIA.

0 komentar:

Posting Komentar